Dia,
Si Putih,
Wajah memerona,
Manis,
Manja,
Periang,
dan Positif
Si Pintar,
Jago dalam berkaraya,
Memasak,
Memberi ide-ide,
dan memberi sejuta nasihat terindah yang jarang diberikan orang-orang yg pernah ku dengar.
Si Ceroboh,
yang suka banget numpahin sesuatu,
yang sempet jatoh sampe tulang engkel dilutut pindah kesamping.
Si Ribet,
Yang gak pernah lupa dengan botol aqua dan kipas ala ibu-ibu kost,
yang setiap hari dibawanya.
Diawal tahun ajaran baru, tepatnya 16 Juli 2007.
Gue kedampar dari sekolah impian gue yang gue impi-impikan selama ini. Dan gue mau gak mau harus sekolah di pilihan Mama tersayang yaitu di SMP Negeri 13 Jakarta. Seneng, bangga, resah dan panik semua jadi satu. Karena di hari MOS pertama, temen-temen se-SD yang juga se-SMP sm gue, belum dateng. Ditengah lapangan, matahari pun tidak memihak pada kami semua, akhirnya gue ngeluh dan bilang "panas banget gila, serasa di panggang". Tiba-tiba si rambut hitam ikal, bertubuh langsing tapi pendek, yang berada persis di depan barisan gue, nyautin "iya emg gerah banget. Berasa di dalem oven yagak sih?"
Itu awal yang indah. Awal dimana akhirnya gue mengerti, bahwa hidup jauh lebih indah jika lo merasakan tanpa harus meninggi. Hidup, ya apa adanya. Beruasaha tapi bukan memaksa. Hidup bukan untuk hanya mencari kesenangan, kepuasan, keeksisan dan memamerkan semua kepemilikan lo.
Akhirnya, gue gak hampa lagi. Sahabat gue semasa TK & SD, udah direbut sm temen gue sendiri yang bahkan sahabat gue pun menikmati untuk melihat gue merindukan&kesepian. Begitu pula si Ikal-ku pun merasakan hal yang sama. Ditiggalkan dan di campakkan oleh sahabatnya sendiri. Tp enggak untuk tahun 2007-2010. Emang gak lama, belum 10 tahun. Tapi rasa kontak batin, serta kesukaan yang hampir semua sama bikin kita nge-klop banget.
"Tau gak sih, selama gue sahabatan sama orang belum pernah gue ceritain tentang busuk-busuknya keluarga gue. Cume ke elo, Fi" -2008. (Sehabis dari rumah Kak Indi, kita jalan sambil cerita. Lo sedih karena kepisah di kelas 8. Dan lo sedih, karena bokap lo...)
No Lies, No Secrets.
2 Janji, di kelas 9.5. Waktu kita duduk dipaling belakang, pas pelajaran pak Joko lagi ngebahas Peta Buta.
Sebelum gue nabok muka Sang Biduan-ku, Jihan Nabila Putri. Gue pernah meminta lo, buat terus jadi sahabat gue.
"Janji ya terus jadi sahabat gue"
"Iye Fi, ah lebay lu"
"Abis, gue kapok ditinggal sahabat terus"
"Iya nih Janji (sambil ngejulurin jari kelingking mungil lo itu)"
"Gak ada rahasia-rahasiaan, gak ada bohong-bohong ya"
"JANJI"
SEMPURNA!
Kesempurnaan hanya milik Allah. Dan gue sangat berterimakasih karena-Nya, kita bisa sekelas lagi!! Di pertengahan tahun 2009, kita duduk di tengah deket kipas angin. Biar ada rasa sejuk sedikit di neraka kedua, di Ibu Kota. Jaman-jamannya gue baru pacaran dengan si anak Donbosco dan terus-terusan di hujat sama lo dan mereka-mereka karena lebih memilih si motor kumbang.
Gak pernah sedikitpun di otak gue, di benak gue, untuk meminta lo untuk menjadi sosok yang sempurna di mata orang-orang. Karena, orang yang tulus sayang sama lo, bukan dengan kesempurnaan lo. Tapi orang yang tulus menyayangi lo, dapat mencintai dan menerima segala macem kekurangan lo. Gue gak pernah peduli, apa yang mereka omongin tentang lo, kejelek-kejelekan lo, keburuk-burukan lo, karena gue percaya lo. Gue yang tau lo persis. Kemanapun berdua, sampe mereka negor gue kalo gue terlalu mengspesialiskan diri lo dan mengenyampingkan mereka.
Ya untuk kali ini,
Mengistimewakan sebuah berlian,
Adalah hal yang wajar
Bukan berarti kalian tak indah,
Tapi kalian adalah butiran-butiran mutiara
Tapi kini, berlian gue sudah jatuh ditangan orang lain LAGI. Ditangan yang benar, ditangan seorang dermawan. Yang gue yakin bisa menjaganya jauh lebih baik dari gue, yang hanya seorang pencundang yang malu meminta maaf secara langsung karena takut mengeluarkan air matanya. Begitu hinanya ya pecundang itu
Bisa liatkah lo sekarang? Sadarkah lo sekarang? Seberapa berarti diri lo untuk seorang Fia Utari?
Jangan salahkan gue karena gue terlalu lebay meminta untuk lo kembali,
Karena lo udah masuk di hidup gue,
Memberi pengaruh Positif luar biasa,
Penasihat yang bijak,
Pendengar yang baik,
Pelawak yang kocak,
Ketololan yang alami,
Dan ketulusan lo untuk mendidik gue menjadi lebih baik.
Dan gue gak akan pernah menyalahkan lo,
Kalo lo emang sulit untuk kembali,
Karena gue terlalu sibuk mikirin diri sendiri,
Terlalu sibuk mikirin orang lain,
Terlalu sibuk membahagiakan pacar gue.
Kali ini gue sadar, yang terpenting adalah sahabat. Sahabat tidak pernah mengeluh tentang semua kebusukan & kekurangan yang lo punya, tapi menyarankan & memberi solusi agar lo tampak jauh lebih baik dr sebelumnya. Karena pacar, hanya akan memberi lo tangisan, belum tentupun ia akan selamanya.
Pergunakan Waktu Kalian, yang ngebaca ini, dengan sahabat yang kalian sayangi. Jaga baik-baik mereka, berusaha perbaiki semuanya dari awal. Tiada kata terlambat sebelum mencoba :)
Karena, kalian akan benar-benar merasakan kehilangan sesuatu yang sangat berarti, jika kalian sudah benar-benar kehilangannya.
Satu hal terpenting, jangan terobsesi untuk menjadi yang terbaik, tapi berikan lah mereka yang terbaik.
Regrads,
Fia Utari
POSTED BY Fia Utari ON March 14, 2012 @ 8:39 AM